Tikam Samurai - 505

Diposting oleh Saiful bahri dari situbondo pada 22:25, 27-Agu-15

Cerita Silat | Tikam Samurai | Karya Makmur Hendrik | Tikam Samurai | Cersil Sakti | Tikam Samurai pdf

Tiga Naga Sakti - Asmaraman S. Kho Ping Hoo Pendekar Rajawali Sakti - 118. Dukun Dari Tibet Tikam Samurai IV - Makmur Hendrik Pendekar Rajawali Sakti - 212. Setan Alam Kubur Bag VI Hijaunya Lembah Hijaunya Lereng Pegunungan

ali sinyal akan dikirim ke pusat-pusat radar tentara Amerika, yang menunjukan di mana posisimu. Dan bila engkau menekan tombol yang satu lagi ini dengan sistem morse, maka engkau bisa mengirim berita singkat yang kau perlukan ke pusat radar pasukan Amerika.. .”papar Ami malam tadi.
  Si BUngsu menarik nafas. Dia menekan tombol kecil merah dibahagian kiri jam itu tiga kali. Plat jam itu berubah menjadi hitam. Kemudian ada empat titik berwarna putih menyala, dengan pangkal huruf-huruf yang menunjukan utara (N) barat(W) selatan(S) dan Timur(E). Kemudian ada sebuah panah kecil. Dari arah yang ditunjuk panah kecil itu, dia segera tahu, kapal ini sedang menuju arah barat.
  “ Alhamdulillah, mereka menuju ke pantai…”bisik hati si Bungsu, sambil menekan tombol itu sekali agak lama.
  Plat jam tangan itu kembali normal, menampilkan jam tangan biasa. Namun beberapa saat kemudian, dia segera teringat kembali pada tombol jam di tangannya itu sehingga Ami mengetahui bahwa dia masih hidup?.
  Untuk apa dia beritahu? setelah lama bergulat dengan pikirannya, dia mengalah. Betapun dia tahu, Ami pasti tengah merisaukannya, entah hidup atau mati, dengan berpikiran demikian dia menekan tombol di sisi jam itu empat kali.
  “Lihat, ada isyarat dari salah satu kapal patroli Vietnam itu…!”seru perwira navigasi di USS Alamo, yang masih mengamati gerak kapal-kapal Vietnam itu. Kendati mereka sudah amat jauh dari posisi di mana tadi mereka menaikkan Le Duan dan Ami Florence.
  Kapal itu tengah berlayar menuju Pulau Busu-Angsa, pulau terbesar dari gugusan kepulauan Kalamian, Filipina. Kepulauan itu persis terletak di atas pulau Palawan dan di bawah pulau Mindoro, keduanya pulau-pulau dalam wilayah Filipina. Semua yang masih hadir di ruang komando kapal perang besar itu segera mengerubungi layar radar. Dan paling merasa tegang adalah Ami Florence.
  “Bungsu!Itu isyarat dari tangan si Bungsu….”ujar gadis itu, yang segera saja tak mampu membendung air mata haru dan bahagianya, mengetahui bahwa pemuda Indonesia itu masih hidup.
  “Dia mengirimkan isyarat…..”ujar perwira navigasi,tatkala melihat titik di layar radar itu berkedip-kedip.
  Semua membelalakkan mata ke titik kecil di layar radar, yang secara pasti nampak bergerak kearah barat. Perwira Navigasi mengeja isyarat morse yang di pancarkan dari jam tangan si Bungsu.
  “Saya, ..selamat. Di bawah perut kapal…. Le, ingat pesanku… Jaga Ami baik- baik. Saya akan membunuhmu kalau kau tidak menjaganya. Hormat saya untuk Laksamana dan awak kapal USS Alamo…”
  Semua awak kapal bertepuk tangan dan menyalami komandan mereka. Sementara Ami memeluk Abangnya, menangis terisak-isak saking bahagia mendengar pesan untuk dirinya itu.
  “Dia bukan manusia. Kalau bukan malaikat yan hantu.
  Hanya itu yang bisa selamat dari bahaya seperti yang dia hadapi sekarang ini…”gerutu nakhoda Alamo dalam nada amat takjub.
  Ucapan itu di sambut tawa awak kapal yang tetap saja membelalakkan mata menatap titik kecil di layar radar, yang masih saja bergerak kearah barat itu.
  Mereka memang tidak bisa membalas pesan itu, karena jam tangan si Bungsu tak di lengkapi terminal penerima.
  Beberapa saat setelah sinyalnya dibaca oleh awak USS Alamo, si Bungsu mengirimkan sinyal penutup.
  “Saya akan mematikan sinyal ini. Salam…”
  Dan di layar radar yang kelihatan hanya tinggal titik yang berasal dari kapal patroli Vietnam itu. Sementara titik yang berasal dari sinyal jam tangan itu lenyap dari layar radar.
  “Ayo, kita istirahat…”ujar Le Duan kepada Ami.
  “Ya, saya rasa kalian harus istirahat, nanti sesampai di Philipina, akan kita atur perjalanan kalian selanjutnya….”ujar Nakhoda USS Alamo kepada dua adik beradik itu.
  Desa kecil berpenduduk sekitar dua ratus orang itu tak tercatat Dalam peta. Desa itu terletak jauh di pinggir wilayah Khe Sanh. Berada di salah satu wilayah Vietnam selatan yang memiliki belantara dahsyat. Perang Vietnam Selatan di bantu Amerika melawan Vietnam Utara telah merubah setiap jengkal bumi Vietnam Selatan menjadi kancah peperangan paling dahsyat di dunia.
  Beberapa wilayah diantaranya merupakan tempat yang menjadi Neraka pertempuran paling dahsyat, yang pernah di kenal umat manusia.
  Yang paling terkenal diantara wilayah-wilayah yang menjadi Neraka pertempuran itu yan menyebabkan ribuan tentara Amerika, Vietsel dan Vietkong tercabut nyawanya adalah bukit yang di beri kode Bukit 937. Namun seusai pertempuran dahsyat pada bulan mei 1969, bukit itu di kenal dunia sebagai’ Hamburger Hill‘, bukit Daging Cincang.
  Pada mei 1994, di bukit yang direbut Vietkong ini, tatkala Amerika menerjunkan pasukan Divisi Udara ke 101 untuk merebut kembali tempat strategis tersebut, terjadi kecamuk perang selama 11 hari 11 malam. Kedua belah pihak hanya ber istirahat saat mengisi mesiu di bedil mereka yang sudah ditembakkan.
  Dalam Kecamuk yang dahsyat itu, dan perang ini merupakan perang terbesar paling akhir bagi tentara Amerika di Vietnam . Sebanyak 44 tentara Amerika tewas, 29 0rang lainya luka-luka. Tidak ada dokumen yang mencatat berapa tentara Vietkong yang mati dan luka-luka. Namun paling tidak lima atau enam kali lebih banyak dari yang diderita Amerika.
  Neraka lainnya dalam perang Vietnam adalah medan tempur Dak To dibahagian utara Vietnam Selatan.
  Pertempuran disanan terjadi sebelum pembantaianhamburger hill., yaitu bulan November 1967. Pasukan Vietkong menyerbu untuk merebut beberapa daerah yang diduduki pasukan istimewa amerika.Jika berhasil di rebut, jalan ini akan digunakan sebagai jalur ofensif vietkong ke seluruh wilayah selatan.
  Pasukan istimewa Amerika, yang kewalahan oleh tekanan serangan belasan ribu tentara Vietkong, mendapat bantuan dari Divisi IV dan Brigade ke 173.
  Ketika akhirnya Amerika berhasil mematahkan serangan itu, sekaligus mengakhiri Neraka yang mengerikan tersebut, Vietkong meninggalkan 1.639 mayat tentaranya,sementara tentara Amerika tercatat 289 orang.
  Neraka yang lain adalah Cen Thien. Sebelum menusuk Dak To pada November 1967 artileri Vietkong membombardir Cen Thien.Wilayah dikuasai marinir Amerika, dengan gempuran yang dahsyat setiap hari selama september dan Oktober tahun yang sama.
  Puluhan ribu roket di muntahkan untuk memporak- porandakan pertahanan Amerika.
  Tujuan Vietkong merebut CenThien adalah untuk mengancam posisi Amerika di sebelah timur, sepanjang pantai Vietnam Selatan. Ketika bombar- demen selesai,kendati Cen Thien dapat dipertahankan, namun Amerika kehilangan 196 marinir,yang tewas dan 1971 lainnya luka-luka.
  Vietkong jelas tak kehilangan pasukan, sebab itu memang bukan perang frontal dimana pasukan berhadapan dengan pasukan, individu melawan individu. Tapi Vietkong mengirmkan ’tentara’ berbentuk roket dari jarak puluhan kilo meter.
  Neraka lainnya adalah Lembah La Drang. Lembah yang terletak di dataran tinggi tengah ini berbatasab dengan Kamboja. Wilayah ini yang menjadi basis pasukan Vietnam Selatan dari kesatuan Pleimei Special Forces, digenpur habis- habisan itu, Amerika menerjunkan Divisi Kavaleri Udara I, yang bary sebulan tiba di Vietnam.
  Sebenarnya divisi yang mayoritas beranggota generasi muda Amerika ini, belum berpengalaman menghadapi Perang Vietnam yang ganas. Tapi komando Amerika inigin mencoba pasukan yang punya mobilitas tinggi itu. Tentara Vietkong memang dapat di halau ke perbatasan Kamboja. Korban Neraka ini adalah tewas 1.500 Vietkong dan 217 tentara Amerika. Amerika masih mencata 232 korban luka-luka.
  Terakhir adalah Neraka Khe Sanh.Korban disini sebenarnya lebih besar dari hamburger hill yang terkenal keseluruh dunia itu. Gempuran sporadis Vietkong terhadap Khe Sanh yang dikuasai Vietsel dan Amerika, sebenarnya sudah dilakukan mulai tahun 1966 dengan menghujani wilayah itu dengan roket artileri. Pada Tahun 1968, tiba-tiba Vietkong melipat gandakan serangannya.Tak kurang dar 77 hari hujan mortir dan roket artileri merancah setiap jengkal wilayah Khe Sanh, yang di pertahankan marinir Amerika. Inilah gempuran arteleri Vietkong yang dicatat paling dahsyat dalam pertempuran Amerika-Vietnam Utara