Kembang Lembah Darah - 8

Diposting oleh Saiful bahri dari situbondo pada 19:06, 14-Mei-15

Cerita Silat | Kembang Lembah Darah | Serial Pendekar Rajawali Sakti | Kembang Lembah Darah | Cersil Sakti | Kembang Lembah Darah pdf

Pendekar Slebor - Pembunuh Dari Jepang
Dewi Sri Tanjung ~ Si Tangan Iblis Pendekar Rajawali Sakti - 182. Dendam Sepasang Gembel Joko Sableng ~ Rahasia Kampung Setan Joko Sableng ~ Misteri Tengkorak Berdarah

  Trang
  Rantai besi Rangga ditangkis sengit oleh gadis itu. Namun, justru tenaga tangkisan dipergunakan Pendekar Rajawali Sakti untuk memutar arah rantai besinya yang terus menyambar leher.
  Wut
  "Ohh..."
  Gadis itu gelagapan, namun cepat mencelat ke belakang. Sehingga, sabetan rantai itu luput dari sasaran.
  Baru saja gadis ini menjejak tanah, dengan gerakan luar biasa cepat. Langsung dilepaskan satu tendangan ke perut.
  Desss...
  "Ugkh"
  Gadis berikat kepala kuning keemasan itu kontan terhuyung- huyung ke belakang. Rangga sudah hendak melepaskan serangan kembali, tapi lawan-lawannya yang lain melompat menyerangnya dari belakang.
  "Hiih"
  Sambil memutar tubuhnya, Pendekar Rajawali Sakti mengibaskan rantai besi di tangannya.
  Trang
  Wut
  Beberapa batang pedang langsung berpentalan dihantam rantai besi itu. Dan yang lainnya nyaris terhajar senjata di tangan Rangga kalau saja tidak cepat mengelak.
  "Lari..." teriak gadis berikat kepala kuning keemasan, menyadari kalau tak bakal unggul me- naklukkan pemuda berbaju rompi putih itu.
  "Hup"
  "Yeaaa..."
  Begitu mendengar teriakan bernada perintah, para gadis itu berlompatan mundur. Dan seketika mereka berkelebatan lenyap meninggalkan Rangga sendirian. Kawan-kawan mereka yang tadi dijatuhkan Pendekar Rajawali Sakti pun telah dipanggul oleh beberapa gadis itu.
  Sedangkan Rangga tak berusaha mengejar. Dibiarkan saja mereka menghilang di balik kerimbunan pohon di pinggiran sungai ini.
 
  ***
 
  "Tolooong..."
  Pendekar Rajawali Sakti menghentikan langkah Dewa Bayu, ketika tiba-tiba dari arah utara terdengar teriakan minta tolong.
  Pendengarannya segera dipertajam. Setelah merasa pasti kudanya cepat dibelokkan ke arah utara.
  "Ayo, Dewa Bayu Kita lihat apa yang terjadi" ajak Pendekar Rajawali Sakti, seraya menggebah kudanya.
  Sementara di sebelah utara, memang tengah terjadi pergumulan sengit antara seorang gadis yang tengah berusaha melepaskan diri dari dekapan laki-laki itu bertubuh besar. Bahkan tenaganya pun kuat, menindihnya.
  "Hm, kurang ajar Rupanya kau ingin dikasari, he? Baiklah kalau itu keinginanmu" dengus laki-laki ini yang agaknya mulai kesal dengan tindakan gadis itu.
  "Hiih"
  Bret Bret
  "Aouw..."
  Karuan saja gadis ini jadi kalang kabut sendiri ketika laki-laki itu merobek bajunya dengan kasar. Dengan sebisanya dia berusaha menutupi bagian dadanya yang terbuka lebar. Namun, laki-laki itu tak peduli. Dengan tangan kanan dirangkulnya pinggang gadis ini. Sementara tangan kirinya bergentayangan ke bagian tubuh mulus milik gadis ini.
  "Keparat busuk Lepaskan aku Lepaskan aku Aouw..." teriak gadis itu berulang-ulang.
  Tapi percuma saja meronta-ronta dan memaki. Menghadapi laki-laki yang tengah kesetanan, gadis ini hanya membuang- buang tenaga percuma. Malah teriakan dan rontaannya semakin menimbulkan nafsu menggelegak di hati laki-laki itu.
  "Kisanak Hentikan perbuatan busukmu"
  Mendadak saja terdengar bentakan keras menggelegar. Dan tahu- tahu laki-laki ini merasakan pantatnya ditendang.
  Duk
  "Adaouw"
  Laki-laki itu menjerit kesakitan. Tubuhnya kontan terguling ke samping. Begitu bangkit, secepat kilat disambarnya golok yang tergeletak di tanah. Langsung dia memasang kuda-kuda untuk menghadapi segala kemungkinan.
  Sementara itu gadis yang akan menjadi korban nafsunya buru-buru bangkit. Sambil membenahi pakaian dihampirinya sosok pemuda berbaju rompi putih yang menolongnya dari tindakan bejad laki-laki itu. Langsung dipeluknya pemuda yang tak lain adalah Rangga alias Pendekar Rajawali Sakti.
  "Tolonglah aku, Tuan Pendekar Tolonglah, Tuan Dia hendak berbuat kotor padaku" ratap gadis ini, memelas.
  "Tenanglah, Nisanak. Aku akan menolong-mu...," sahut Rangga berusaha menepiskan pelukan gadis ini.
  "Tapi, Tuan...."
  "Bocah keparat Berikan dia padaku kalau mau selamat"
  Kata-kata gadis ini terhenti ketika laki-laki yang hendak menodainya membentak garang.
  "Hm.... Biar bagaimanapun dia tak akan kube- rikan padamu" sahut Rangga kalem.
  Di luar perkiraan, dan tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun, gadis dalam pelukan Rangga merogoh sesuatu dari sakunya. Begitu tangannya keluar, dengan gerakan cepat dibekapnya mulut dan hidung Rangga. Dan....
  "Ohhh..."
  Saat itu juga Rangga merasakan tubuhnya terasa lemas. Persendiannya terasa kaku dan sulit digerakkan. Seperti batang pisang, tubuhnya ambruk ke tanah.
  "Hi hi hi... Akhirnya dapat juga kami meringkusmu dengan aji 'Lumpuh Raga'" kata gadis ini sambil memasukkan saputangan yang dipergunakan untuk membekap Rangga.
  Sedangkan laki-laki yang tadi hendak menodai, tiba-tiba saja telah berada