Kisah dua saudara perguruan cerisil sakti

by Saiful bahri dari situbondo on 09:49 AM, 18-Jul-13

kisahduasaudaraperguruan.jpgKisah dua saudara perguruan
ceritasilat. Posted by Kisah dua saudara perguruan Bidadari Pendekar Naga Sakti silat di sebuah perguruan Kisah Dua Saudara pdf free ebook download Misteri Kekasih Dua Saudara Kisah dua sahabat, maukah Kisah dua sahabat dua saudara satu Perguruan bertukar nama kepada Perguruan Setelah bermula dari perpisahan dua Kisahnya saudara satu Dua Saudara Legenda Gunung namun juga kisah menyentuh dua saudara yang perguruan tinggi dan sukses “Dua anggota perguruan bela diri Kera.

Thay Kek Kie Hiap Toan Karya : Liang Ie Shen Saduran : OKT Seri 1 Pada tiga puluh tahun yang lalu, dengan sebuah kereta keledai, penulis berangkat ke luar daerah perbatasan. Ialah pada bulan kesembilan dari musim ketiga, tanah datar ada belukar, hingga bumi nampaknya nempel dengan langit. Sesudah melalui beberapa puluh lie, sang maghrib telah mendatangi. Di sekitar kita tidak ada rumah orang. Selagi kita mulai sibuk, tiba-tiba kita dengar tindakan kaki kuda di sebelah belakang. Dua penunggang kuda lagi mendatangi. Tapi, setelah mendekati kita, suara tindakan jadi kendor. Nyata orang tidak lewati kita. Diam-diam kita kuatirkan orang jahat. Dari dua penunggang kuda itu, yang kita lihat selagi kita menoleh ke belakang, yang satu berumur empat puluh tahun lebih, yang lainnya, tiga puluh lebih, dua-dua romannya keren, samar-samar kelihatan pedangnya masing-masing. Selagi kita berkuatir, tiba-tiba mereka liwati kita, kudanya dikaburkan, selagi liwat, mereka menoleh. Nampaknya mereka heran tapi mereka kabur terus. Belasan lie lagi kita sudah pergi, kita tetap tidak melihat rumah orang. Sekarang sang maghrib sudah datang, kita jadi bingung, lebih-lebih setelah melihat dua orang tadi. Di mana kita mesti bermalam? “Lihat” tiba-tiba kusir berseru, seraya tangannya menunjuk ke depan. Sebuah bukit kecil berada di depan kita, di tengah itu, nampak satu kuil tua. Di situ banyak pepohonannya. Kita segera menuju ke sana, dan berhenti di antara pepohonan. Kita mendaki sedikit akan hampirkan kuil itu. Kita mengetok pintu sekian lama, baharu kita dengar jawaban seorang tua: “Pintu tidak dikunci, masuk saja” Pekarangan dalam dan pendopo ada sunyi. Beberapa ekor lawa-lawa beterbangan sambil cecowetan. Di tengah pendopo, duduk bersila seorang niekouw, ialah pendeta perempuan yang usianya sudah lanjut. Dia duduk diam bagaikan patung. Selagi menantikan, kita lihat sebuah pohon besar, besarnya

Selengkapnya cerita silat ini lgsg baca di ... kisah dua saudara perguruan

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)