Cerita Silat Wasiat Iblis

Di posting oleh Saiful bahri dari situbondo pada 09:59 PM, 11-Jul-13

Cerita Silat | Wasiat Iblis | Serial Silat | Wasiat Iblis
Serial Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng Wasiat Iblis SATU DUA penunggang kuda hentikan kuda masing- masing ketika tiba-tiba hujan turun menerpa bumi. Walau tidak lebat namun hawa tanah basah yang naik ke udara menyekat liang hidung membuat dua orang tadi mendengus beberapa kali. “Tanda celaka apa pula ini Hujan turun padahal matahari bersinar terik di atas batok kepala” Berkata penunggang kuda di sebelah kanan. Dia mengenakan pakaian hitam berupa jubah panjang. Wajah dan kepalanya kelihatan aneh. Matanya sebelah kanan besar membeliak tapi yang kiri kecil seolah terpejam. Kepalanya sulah namun hanya sebelah kiri saja sedangkan sebelah kanan ditumbuhi rambut lebat. Pada keningnya terdapat tiga buah guratan tegak. Guratan di sebelah tengah lebih tinggi dari dua di kiri kanan. Kumis melintang dan berewok sangar liar menutupi hampir separuh wajahnya. Jubah hitam, keadaan wajah dan kepala, tanda di kening serta sepasang mata yang aneh merupakan tanda pengenal yang tidak dapat disangsikan lagi oleh orang-orang rimba persilatan untuk adanya manusia satu ini. Dia adalah tokoh silat golongan hitam dikenal dengan julukan Tiga Bayangan Setan. Orang ini muncul membawa kegegeran dalam dunia persilatan sejak satu tahun lalu. Kabarnya dia membabat banyak tokoh-tokoh silat di kawasan timur. Lalu menghantam ke barat. Bahkan pesisir utara ikut disapunya. Selama malang melintang tak satu lawanpun sanggup merobohkannya. Tiga Bayang Setan tak mempan senjata tajam dan kebal terhadap pukulan sakti. Karenanya tidak salah kalau dia kini menjadi momok nomor satu dalam rimba persilatan. Beberapa tokoh silat golongan putih berusaha membuat perhitungan dengannya. Namun Tiga Bayangan Setan bukan saja berhasil lolos bahkan dengan kejam dia menghabisi tokoh-tokoh silat yang berani menantangnya. Penunggang kuda kedua mengenakan pakaian kain tebal robek-robek, dekil dan bau. Dia duduk di atas punggung kuda sambil rangkapkan kedua tangannya di depan dada. Lengannya ditumbuhi bulu-bulu lebat. Sebatas pergelangan tangan sampai ujung jari, sepasang tangan orang ini tidak menyerupai tangan manusia melainkan berbentuk kaki atau cakar elang raksasa berwarna merah dengan kuku-kuku runcing mencuat hitam pekat mengerikan. Konon bentuk tangannya inilah yang membuat dia dijuluki Elang Setan. Bicara soal tampang orang ini memiliki daging muka hancur rusak seperti dicacah. Kelopak matanya sebelah bawah menggembung bengkak berwarna sangat merah dan selalu basah. Di antara sepasang mata yang angker tapi juga menjijikkan itu melintang hidung tinggi bengkok seperti paruh burung elang. Tak salah kalau dirinya dijuluki Elang Setan. Dengan tangannya yang berbentuk cakar itu dia mampu mematahkan tombak, pedang atau golok lawan. Dengan cakar setannya dia mampu membobol perut, membongkar isi perut atau membetot lepas jantung lawan. Kabarnya kuku-kuku hitam di ujung cakar mengandung racun sangat jahat. Jangankan terkena cengkeram, tergurat saja sudah dapat membuat seseorang sekarat keracunan PDF created with FinePrint pdfFactory Pro trial version http://www.softwarelabs.com Bastian Tito Serial Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng Wasiat Iblis Seperti Tiga Bayangan Setan, Elang Setan yang muncul hampir bersamaan setahun lalu telah pula membuat heboh dunhia persilatan dengan melakukan pembunuhan- pembunuhan atas diri tokoh-tokoh silat ternama. Dia sengaja mencari tokoh silat tersohor untuk ditantang lalu dikalahkan dan dibunuh Selama ini tak ada satu lawanpun yang sanggup menghadapinya. Antara Tiga Bayangan Setan dan Elang Setan konon telah saling sumpah mengangkat saudara satu dengan lainnya. Sumpah itu disertai upacara melukai lengan masing-masing, lalu menempelkan luka setelah itu yang satu menghisap darah yang lainnya Jika dua Setan bergabung jadi satu dapat dibayangkan bahaya apa yang kini tengah mengancam seantero dunia persilatan. Hujan telah berhenti. Elang Setan usap-usap rambutnya yang basah dengan cakar setannya. Dia memandang berkeliling. “Kau benar saudaraku Hujan turun matahari mencorong Membawa alamat yang tidak baik Tapi apakah itu perlu ditakutkan?” Tiga Bayangan Setan tertawa lalu meludah ke tanah. “Kau tahu, kira-kira di daerah mana kita saat ini?” Elang Setan memandang berkeliling dengan sepasang matanya yang berkelopak gembung merah. “Sulit aku menebak. Tak kelihatan gunung tak nampak bukit. Namun ancar-ancarnya kalau aku tak salah kita mungkin berada jauh di barat Gunung Wilis.” “Kalau dugaanmu benar berarti paling cepat saat matahari terbenam kita baru sampai di Kartosuro,” ujar Tiga Bayangan Setan pula. “Kita teruskan perjalanan sekarang juga. Makin cepat sampai makin baik. Dadaku selalu sesak kalau mengemban tugas seperti ini,” berkata Elang Setan lalu kembali dia mengusap rambutnya dengan jari-jari berbentuk cakar. Tiga Bayangan Setan anggukkan kepala. “Perintah orang tua itu tidak boleh diabaikan Terus terang aku berfikir-fikir apa urusan sebenarnya dia menyuruh kita menemui dirinya di Kartosuro…” “Ini urusan pelik tapi rada-rada gila” ujar Elang Setan. “Kita harus berjalan dua hari dua malam hanya untuk memenuhi permintaan Jarot Ampel”

untuk baca selengkapnya silahkan klik link di bawah ini

Wasiat Iblis 1 http://cerita-silat.mywapblog.com Wasiat Iblis 2 http://cerita-silat.mywapblog.com Wasiat Iblis 3 http://cerita-silat.mywapblog.com

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)