The House of Hades - 20

Diposting oleh Saiful bahri dari situbondo pada 17:39, 18-Des-14

Cerita Misteri | The House of Hades | Serial The Heroes of Olympus 4 | The House of Hades | Cersil Sakti | The House of Hades pdf

Serial Dewi Ular - 32. Hantu Kesepian Sunshine Becomes You - Ilana Tan Aisyah Putri - Asma Nadia Dendam Berkarat Dalam Kubur - Abdullah Harahap Goosebumps 40. Boneka Hidup Beraksi III

Percy berusaha mengabaikan mereka dan terhuyung-huyung menuju Annabeth, bertekad habis-habisan membela Annabeth jika perlu, tetapi keadaan Annabeth cukup lumayan. Dia menggulingkan badan ke satu sisi, menghindari cakar Kelli, dan berdiri dengan membawa sebongkah batu di tangan, yang dihantamkannya ke hidung Kelli. Kelli meraung. Annabeth meraup kerikil dan melemparkannya ke mata empousa itu. Sementara itu, Percy menggelepar ke kanan dan ke kiri, berusaha melemparkan para empousa yang menumpang tubuhnya, tetapi cakar-cakar mereka membenam semakin dalam di bahunya. Empousa kedua memegang lengannya, membuatnya tak bisa menggunakan Riptide. Dari sudut matanya, dia melihat Kelli menerjang, menyabetkan cakar-cakarnya ke lengan Annabeth. Annabeth menjerit dan terjatuh. Percy berjalan terhuyung-huyung menuju Annabeth. Vampir di punggungnya menancapkan gigi ke lehernya. Rasa sakit membakar menjalari tubuhnya. Kedua lututnya tertekuk. Tetap berdiri, perintahnya kepada dirinya sendiri. Kau hams mengalahkan rnereka. Kemudian, vampir yang lain menggigit lengannya yang memegang pedang, dan Riptide berdentang jatuh ke tanah. Tamat sudah. Keberuntungannya sudah habis. Kelli berdiri di atas Annabeth, menikmati saat kemenangannya. Kedua empousa
  lain mengelilingi Percy, liur meleleh dari mulut mereka, siap mencicipi lagi. Kemudian, sebuah bayangan menghinggapi Percy. Sebuah teriakan perang yang dalam meraung dari suatu tempat di atas sana, menggema di seluruh dataran Tartarus, dan seorang Titan masuk ke arena pertempuran.[]
  BAB ENAM BELAS
  PERCY
  PERCY MENGIRA DIRINYA TENGAH BERHALUSINASI. Hanya saja tidak mungkin satu sosok besar keperakan bisa jatuh begitu saja dari langit dan menginjak. Kelli hingga rata, mengubahnya menjadi segunduk debu monster. Namun, begitulah yang terjadi. Tinggi Titan itu tiga meter, rambutnya berwarna perak acak-acakan ala Einstein, dan kedua lengan berototnya mencuat dari seragam petugas kebersihan berwarna biro yang sudah sobek-sobek. Di tangannya terdapat sebuah sapu raksasa. Yang luar biasa, pada label namanya tertulis BOB. Annabeth memekik dan berusaha merayap pergi, tetapi si petugas kebersihan raksasa tidak tertarik kepadanya. Dia berbalik ke arah dua empousa yang tersisa, yang berdiri di atas tubuh Percy. Salah satu empousa cukup bodoh untuk menyerang. Dia menyerbu dengan kecepatan harimau, tetapi dia tak punya peluang. Ujung tombak mencuat dari ujung sapu Bob. Dengan satu ayunan mematikan, Bob menusuknya hingga hancur menjadi debu. Vampir terakhir berusaha lari. Bob melempar sapunya
  seperti bumerang raksasa (apakah bisa disebut purnerang?). Sapu itu membelah si vampir dan kembali ke tangan Bob. "SAPU!" Titan itu menyeringai girang dan melakukan tarian kemenangan. "Sapu, sapu, sapu!" Percy tidak sanggup berkata-kata. Dia tak bisa memercayai bahwa sesuatu yang bagus sungguh-sungguh telah terjadi. Annabeth terlihat sama terguncangnya. "Ba-bagaimana tanyanya tergagap. "Percy memanggilku!" Si petugas kebersihan berkata riang. "Ya, dia memanggilku." Annabeth merangkak sedikit menjauh. lagi. Darah bercucuran dari lengannya. "Memanggilmu? Dia tunggu dulu. Kau Bob? Si Bob?" Si petugas kebersihan mengerutkan kening ketika rnelihat luka Annabeth. " Owie." Annabeth tersentak menjauh ketika Bob berlutut di sebelahnya. "Tidak apa-apa," kata Percy, masih pusing karena rasa sakit. "Dia baik." Percy teringat kali pertama dia bertemu Bob. Titan itu menyembuhkan luka parah di bahu Percy hanya dengan menyentuhnya. Sudah bisa diduga, si petugas kebersihan menepuk lengan atas Annabeth dan luka Annabeth sembuh seketika itu juga. Bob terkekeh, puas dengan dirinya sendiri, kemudian melompat ke arah Percy dan menyembuhkan leher dan lengan Percy yang terluka. Tak disangka-sangka, tangan Titan itu terasa hangar dan lembut. "Semua sudah baik!" Bob mengumumkan, mata peraknya yang seram beriak senang. "Aku Bob, teman Percy!" "Eh ... yeah." Percy berhasil menyahut. "Terima kasih atas bantuanmu, Bob. Benar-benar menyenangkan bertemu denganmu lagi."
  "Ya!" Si petugas kebersihan menyepakati. "Bob. Itu aku. Bob, Bob, Bob." Dia berjala
  http://cerita-silat.mywapblog.com

The Heroes Of Olympus 4: The House Of Hades

  n mondar-nrrandir dengan langkah terseret-seret, jelas-jelas senang dengan namanya. "Aku membantu, aku mendengar namaku. Di atas di Istana Hades, tidak ada yang memanggil Bob kecuali ada kekacauan. Bob, sapu tulang-belulang ini. Bob, pel jiwa-jiwa yang tersiksa ini. Bob, ada zombi meledak di ruang makan." Annabeth melemparkan tatapan bingung ke arah Percy, tetapi Percy tak punya penjelasan. "Kemudian, aku mendengar temanku memanggil!" Titan itu berseri-seri bahagia. "Percy mengucapkan, Bob!" Dia menggenggam tangan Percy dan mengangkat Percy hingga berdiri. "Hebat," kata Percy. "Sungguh. Tapi, bagaimana kau " "Oh, nanti saja bicaranya." Raut muka Bob berubah serius. "Kita harus pergi sebelum mereka menemukanmu. Mereka sedang tnendekat. Ya, benar." "Mereka?" tanpa Annabeth. Percy memeriksa cakrawala. Dia tidak melihat ada monster yang tengah mendekat tidak ada apa-apa selain gurun tandus kelabu. "Ya." Bob membenarkan. "Tapi, Bob tahu satu jalan. Ayo, Kawan-Kawan! Kita akan bersenang-senang!"[]
  BAB TUJUH BELAS
  FRANK
  FRANK TERBANGUN SEBAGAI ULAR PITON. Itu membuatnya bingung. Berubah menjadi seekor binatang tidaklah rnem.bingungkan. Dia sangat sering mengalami hal itu. Tetapi, dia tidak pernah berubah dari satu binatang menjadi binatang yang lain dalam keadaan tidur sebelum ini. Dia cukup yakin dia bukan ular saat terlelap. Biasanya, dia tidur seperti seekor anjing. Frank mendapati bahwa dia bisa melalui malam dengan j auh lebih baik jika meringkuk di atas bangku tidurnya dalam bentuk seekor anjing buldog. Entah mengapa, mimpi-mimpi buruknya tidak terlalu. mengganggu. Jeritan tanpa henti di kepalanya nyaris hilang. Dia sama sekali tidak tahu mengapa dia menjadi seekor piton bernaotifjaring, tetapi itu .menjelaskan mimpinya tentang menelan seekor sapi pelan-pelan. Rahangnya masih terasa sakit. Dia menguatkan diri dan berubah bentuk kembali m.enjadi manusia. Segera saja, rasa peeing yang membuat kepalanya hendak pecah datang kembali, bersama dengan suara-suara itu.
  Lawan mereka! teriak Mars. Bawa kapal ini! Pertahankan Roma! Suara Ares balas berteriak: Bunuh orang-orang Roma! Darah dan kematian! Senjata berukuran besar! Pribadi Roma dan Yunani ayahnya saling berteriak di benak Frank diiringi suara latar bunyi peperangan seperti biasa ledakan, senapan serbu, mesin jet yang menderu semua berdenyut-denyut seperti subwoofer di balik mata Frank. Dia duduk tegak di atas tempat tidurnya, pusing karena rasa nyeri. Seperti kebiasaannya setiap pagi, dia menarik napas da lam dan memandangi lampu di atas mejanya seberka s nyala api kecil yang menyala siang dan malam, deng an bahan bakar minyak zaitun sihir dari ruang perbekal an. Api ketakutan terbesar Frank. Menyimpan api terbu ka di kamarnya membuat Frank takut, tetapi juga me mbantunya memusatkan perhatian. Suara-suara di kep alanya memudar, memungkinkannya untuk berpikir. Di a menjadi semakin mahir dalam hal ini, tetapi selama b erhari-hari dia nyaris tidak sanggup melakukan apa-apa . Begitu pertempuran pecah di Perkemahan Jupiter, dua suara dewa perang itu mulai memekik-mekik tanpa henti. Sejak saat itu, Frank terseok-seok linglung ke sana-kemari, nyaris tak bisa berfungsi. Dia bertingkah seperti orang bodoh, dan dia yakin teman-temannya mengira dia telah kehilangan akal. Dia tidak bisa mengatakan kepada mereka apa masalahnya. Tidak ada yang bisa mereka lakukan. Dan, dari mendengarkan pembicaraan mereka, Frank cukup yakin mereka tidak punya masalah yang sama, orangtua dewa mereka tidak berteriak-teriak di telinga mereka.
  Ini cuma masalah keberuntungan Frank, tetapi dia harus mengendalikan diri. Teman-temannya membutuhkannya terutama sekarang, ketika Annabeth tidak ada. Annabeth bersikap baik kepadanya, bahkan, saat pikiran Frank sangat kacau hingga dia bertingkah seperti badut, Annabeth bersikap sabar dan membantu. Sementara Ares berseru-seru bahwa anak-anak Athena tidak bisa dipercaya, dan Mars berteriak kepadanya untuk membunuh semua orang Yunani, Frank sudah menumbuhkan kepercayaan kepada Annabeth. Ketika kini mereka kehilangan Annabeth, Frank adalah sosok paling dekat dengan ahli sia
  http://cerita-silat.mywapblog.com
The Heroes Of Olympus 4: The House Of Hades